Skrining Anemia & Kesehatan Sel Darah Merah

Kalkulator Dosis Zat Besi & Anemia

Zat besi merupakan pembentuk inti hemoglobin yang mengangkut oksigen ke seluruh sel tubuh dan janin. Defisiensi besi adalah penyebab anemia nomor satu di Indonesia, terutama pada ibu hamil dan remaja putri.

Belum pernah cek kadar Hemoglobin (Hb) di Puskesmas / Lab? Anda dapat mengisi kuesioner gejala anemia lebih dahulu.

Profil Pasien

Step 1/1

Kadar Hb dari hasil cek darah tepi (misal: Puskesmas atau Lab). Kosongkan bila hanya ingin tahu dosis pencegahan.

Rekomendasi Dosis Zat Besi ElementalStatus: Anemia Ringan
120
mg besi elemental / hari
Frekuensi Konsumsi:60 mg elemental iron, 2 kali sehari selama kehamilan
Petunjuk Kombinasi & Waktu Minum:
  • •PENCEGAH: JANGAN minum zat besi bersamaan dengan TEH, KOPI, atau COKELAT. Kandungan tanin di dalamnya mengikat zat besi hingga penyerapannya turun drastis 80%.
  • •PENCEGAH: Pisahkan minimal 2–3 jam dari konsumsi susu, kalsium, atau antasida maag.
  • •PENDORONG: Minum bersama sumber Vitamin C (air jeruk hangat, jambu biji, tomat, pepaya) untuk melipatgandakan absorbsi usus.

Peringatan Klinis Zat Besi

⚠️ BAHAYA KERACUNAN PADA ANAK: Suplemen zat besi dosis dewasa dapat berakibat fatal/kematian jika tertelan oleh balita. Simpan selalu di tempat tinggi atau lemari terkunci!

Simpan & Konsultasikan Hasil

Bagikan rincian dosis ini ke dokter, ahli gizi, atau keluarga via WhatsApp:

Bahan Pangan Nusantara Kaya Zat Besi Heme & Non-Heme

Besi dari hati dan daging ayam/sapi (heme) diserap 2-3x lebih efisien dibanding nabati, namun bayam dan daun kelor tetap menjadi pendukung unggulan bila didampingi vitamin C.

Hati Ayam Masak
100 gram
15.8 mg Fe
Heme (Mudah Serap)
Daging Sapi Has Luar
100 gram
3.2 mg Fe
Heme (Mudah Serap)
Ikan Teri Kering Tawar
50 gram
12 mg Fe
Heme (Mudah Serap)
Tempe Kedelai Murni
100 gram
4 mg Fe
Non-Heme
Bayam Hijau Masak
1 mangkok (100g)
3.5 mg Fe
Non-Heme
Kacang Merah Rebus
100 gram
5 mg Fe
Non-Heme
Rujukan Konsensus:
  • WHO: Guideline on daily iron supplementation in adult women and adolescent girls (2016).
  • Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi (AKG).
  • Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI): Panduan Tata Laksana Anemia Defisiensi Besi pada Kehamilan.
  • Stoffel NU, et al. Iron absorption from oral iron supplements in iron-deficient women: an open-label randomised controlled trial. Lancet Haematol. 2017.
Komitmen Kualitas & Integritas Medis

Dirancang Berdasarkan Konsensus Klinis & Riset Peer-Reviewed

Bagas Waras dibangun dengan standar transparansi medis tertinggi. Seluruh algoritma dosis dievaluasi dari uji klinis acak terkontrol (RCT) dan panduan kesehatan masyarakat resmi.

100% Berbasis Bukti (Evidence-Based)

Tidak mengandalkan klaim pemasaran produk komersial. Seluruh formula berlandaskan meta-analisis Cochrane, JAMA, Lancet, dan Permenkes RI 2019.

Adaptasi Antropometri Indonesia

Memasukkan variabel spesifik ras Asia: cutoff BMI WHO-WPRO (23 / 27.5), pigmen melanin UV tropis, dan kearifan pangan nusantara.

Etika Bebas Sponsor

Platform edukasi independen tanpa sponsor merek suplemen farmasi mana pun demi menjaga objektivitas saran klinis bagi masyarakat.

Tanya Jawab Medis (Q&A)

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Jawaban berbasis bukti klinis dan konsensus medis terkemuka.

Kemenkes RI mewajibkan seluruh ibu hamil mengonsumsi minimal 90 tablet tambah darah (TTD) selama masa kehamilan untuk mencegah kematian ibu melahirkan, bayi berat lahir rendah (BBLR), dan stunting pada anak. Remaja putri juga dianjurkan minum 1 tablet TTD setiap minggu.